Apa sudah bener zakat yang kita lakukan?
Zakat beras? atau zakat mal?
Zakat beras:
efektifkah untuk mengentaskan rakyat miskin/dhuafa?
beragam program "pemberian" barang atau uang sama sekali belum terlihat signifikansi nya bagi apa yang namanya pengentasan kemiskinan. mungkin sudah saatnya bentuknya diganti dengan program program pendampingan yang bersifat mendidik dan mengentaskan. memang , namanya kemiskinan tidak akan hilang sampai akhir dunia, tapi paling tidak kita bisa membedakan mana pemberian sia-sia dan pemberian substansial
Zakat mal:
transparansi dan penciptaan program pendampingan akan membuat efektif model zakat seperti ini. dan apabila masyarakat mau betul betul berzakat mal dengan menghitung seluruh asset kekayaan dikali 2,5 %, akan terhimpun milliaran rupiah yang siap dialokasikan untuk mengentaskan kaum dhuafa. namun sepertinya pelaksanaan zakat mal tidak tersosialisasi dengan baik dan mungkin banyak dihindari oleh para "wajib zakat". coba andaikata seseorang punya aset senilai 1 milliar, apa rela dia membayar 25 juta untuk zakatnya?
mungkin ada ..tapi cuman beberapa.
Kalo saya?
saya zakat darah sajalah
musim lebaran seperti ini, pasti banyak kecelakaan, kali saja darah saya dibutuhkan orang orang yang tertimpa musibah. mungkin aneh tapi.. real.
Thursday, November 03, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment