Tuesday, August 04, 2009
Gedungku, Pencarianku
Kulangkahkan kakiku memasuki koridor gedung budaya ini.
Banyak orang bilang bangunan ini sudah rata dengan tanah dan berganti wajah, ber-kemejakan nama besar, "Astana Sang Presiden".
Aku mungkin buta.
Aku melihat kerumunan, entah itu seniman, budayawan, pemerhati sosial ataupun wanita-wanita jalang diantara laki-laki yang matanya memerah oleh dahsyatnya cairan surgawi.
Aku masuk dari pintu-pintu cakrawala memandang sekumpulan karya seni yang dipamerkan.
Ada lukisan, ada patung, ada tarian, ada konser, bahkan ada repertoar yang sangat jelas tema-nya tapi tak jelas pemainnya.
Kusapu pandangan ke seluruh sudut-sudut gedung budaya ini.
Aku nampaknya salah kamar.
Harusnya aku masuk diskotik, pub, panti pijat atau rumah bilyard.
Aku memang paling suka dihidangkan paha-paha perempuan yang setia menata bola.
Atau mungkin aku harus masuk ke Istana Presiden walau hanya untuk buang air kecil atau sekedar memacu birahi belaka.
Langit-langit mulai berjatuhan, menimbulkan suara gaduh bukan main.
Aku paham akan hal itu.
Anak institut seni sebelah kontrakan-ku seringkali berbuat seperti itu, bahkan dia suka sekali melempari photo Nicky Astria yang dia pasang sendiri di setiap pot-pot bunga yang tergantung depan kos-kosan. Kulihat dan kuselami sebuah lukisan seorang wanita tua menggendong buaya kecil.
Aku mencoba masuk ke dalam lukisan itu dan kemudian merasakan betapa dinginnya berasa dalam lukisan itu sesaat.
Sketsa paripurna hitam-putih itu membuatku tergenang air mata.
Aku tergeser diperebutkan oleh dimensi ruang dan dimensi waktu.
Aku mendengar teriakan Rendra-rendra muda, Aku dengar nyanyian Sawung Jabo muda, aku mendengar pula bisikan-bisikan manis Sutardji muda, agaknya aku tak peduli.
Kudekati sebuah lukisan matahari.
Aku merasa dekat dengan masa kecilku.
Aku merasa iba dengan kelelawar-kelelawar yang tiada pernah makar dari ideologinya untuk menghindari matahari.
Tiba-tiba saja pandanganku tertarik medan magnet sebuah patung.
Aku tak tahu pasti apakah itu sebuah patung.
Dibawah patung itu tertera harganya yang menggunakan mata uang asing.
Aku semakin pusing dan wajahku memutih.
Patung itu mengajakku bicara.
Dia menyapaku ramah, dia mengutarakan kejengkelan-nya pada si pembuat yang sering tertawa-tawa sendiri dan melempari tembok dengan botol yang telah habis isinya.
Aku setengah mengantuk tak percaya.
Tak terjual sepertiku adalah suatu rahmat nasehatku pelan di belakang telinga sambil mendorong patung itu hingga terjatuh pecah berantakan.
Aku berlari-lari kecil sembari tiarap, menemui seorang yang arif dan bijaksana.
Aku minta teh kehangatan dan cakar ayam ketajaman.
Aku meninggalkan orang itu tanpa membayar untuk reaksi mimik mukanya.
Bergegas-ku menuju ilham-ilham yang tertera dalam lukisan wanita telanjang.
Birahi menggelora menyeruak di setiap ujung-ujung kuku basahku.
Imajinasiku menjelma Garong, Nafsuku berperan sebagai Hitler dan kakiku bagai dihantam badai arus listrik sisa-sisa darah keramas Dewi Drupadi yang tercecer disetiap gradasi warna sketsa itu.
Aku merasa bahagia dengan lukisan itu, Aku ingat seorang tante dan cintanya yang mencium kawah Candradimuka.
Dibelakang sketsa itu melambai-lambai tangan kiri adikku, ibuku, ayahku.
Kemudian berurutan dari kiri ke kanan keponakan-ku yang paling besar sampai yang terkecil berikat kepala menandakan kerinduannya akan kemerdekaan, Aku juga melihat mesin ketik kesayanganku, aku melihat gulai kesukaanku, aku juga melihat Timun Emas menyiksa Raksasa yang mengejarnya, hingga akhirnya kuterawang lukisan itu jauh hingga menembus kalbu sepi.
Aku menemukan sesosok mayat wanita pujaanku selama ini.
Kubuang mayat itu ke arah barat untuk mengingatkanku kepada arah mana aku harus bersujud.
Aku kini terbaring di tangga-tangga retak gedung budaya, membentangkan lajur-lajur harapan bagi sekelilingku.
Aku ingin pedagang-pedagang itu diam disitu dan tak risih oleh pengumuman berbau represi itu. Kepalaku terpecah menjadi dua, satu mata kiri menggapai betis wanita-wanita Jepang yang melewati jalan itu dengan ketakutan, satu mata kanan leleh oleh nyanyian iba pengamen cilik.
Lidahku keluar ditarik-tarik pecundang-pecundang judi, hidungku susah bernafas tertutup kuah-kuah penderitaan.
Apalah jadinya aku ini.
Badanku mulai diusung para pecinta retorika, bajuku dirobek-robek petugas pamong praja.
Jantungku menghilang diantara tiupan angin.
Hatiku hancur terlindas keangkuhan aturan, kemaluanku berlari-lari mencari tempat persembunyian.
Kini tinggal apresiasiku yang tetap tegar, beratus-ratus kilometer di sebelah timur gedung budaya ini.
Kata banyak orang, gedung itu berganti wajah, tampaknya bayangan wajah gedung itu memohon kasar kepadaku untuk bersembunyi dibalik kuku-kuku panjangku yang tertancap kuat di tengah perempatan kota.
Gedung itu supremasiku, kubagikan puing-puing gedung itu sambil membacakan bunga rampai kekejaman intuisi piramida kekuasaan.
Banyak orang lupa, mereka meninggalkan serpihan-serpihan kenangannya, uangnya, ciumannya dan kepeduliannya di altar gedung ini.
Aku pulang dari pameran karya seni, Aku pulang atau menuju kematian, aku tak pernah peduli. Yang kupedulikan hanya langkahku yang pasti menjauhi gedung itu.
Kuancam dinding-dinding sejarah, ku-umpati semua ruas-ruas improvisasi, sambil ber-orasi menyusuri garis putus-putus.
Kini zaman telah berganti, tanpa pernah ada niatan dari Tuhan untuk menghentikan perubahan.
Aneh sekali.
Gedungku adalah pencarianku tanpa batas.
Wednesday, June 17, 2009
dreams, chapter I : dirty face at the love pillow
aku bertemu dengan seorang lelaki paruh baya, sepintas mirip Sean Connerry
aku bingung mau menyapa pakai bahasa ku (Indonesia) atau pake bahasa Inggris,
sebelum mulutku bergerak dia memberi isyarat tanda silent (telunjuk tegak didepan mulut)
aku masih dalam kebingungan dahsyat, dimanakah aku kini, sedang apa?
dan apa yang membuat aku bisa sampai pada situasi seperti ini
tiba tiba dia berkata (anehnya dalam bahasa indonesia, dan fasih)
"lupakan saja!, semua orang tidak bisa seperti yang kau harapkan, kau pikirkan dan kau perkirakan.." tiba tiba dia menghilang...
aku tentu masih dalam kebingungan yang teramat sangat
belum sempat mengkaji atau memunculkan gumaman hanya untuk sekedar mengulang kata-kata tadi...
muncul sosok baru, sama seperti yang pertama, laki-laki paruh baya.. bahkan mendekati tua ...
sekilas mirip Morgan Freeman.. memakai baju putih-putih...anggun sekali.. apakah dia malaikat... trus siapa juga lelaki tadi..(pikirku tidak karuan)
aku masih susah bernapas..menoleh ke kanan dan kekiri .. tersengal..
seolah aku baru bermain futsal 3 jam non-stop dan tanpa asupan karbohidrat 4 atau 5 jam sebelumnya..
aku baru mau memulai sesuatu, yang kemungkinan besar pasti akan didahului "whistle" orang tersebut, dan ....
"nak...!" .... ucapnya..
aku terdiam dan membatin, orang negro kok bisa bahasa indonesia?
ah mungkin dia malaikat, beruntung sekali apabila dia adalah malaikat..
karena jangankan bicara, ketemu yang namanya malaikat pasti kejadian yang sangat langka yang pernah terjadi .... semoga benar.. harapku...
"ya, benar.. apa yang kau pikirkan tentang diriku..." lanjutnya
jiah... hebat banget orang ini.. mirip Deddy Corbuzier atau Rommy Rafael.. bisa membaca pikiran... semoga aku nggak salah berharap..siapa tau bisa kenal... baik-baik ...dekat kemudian dikasih order .... (ya ampun .. pola pikir "sales" ini masih kebawa juga ke situasi sperti ini..)
" jangan kuatir dan tidak usah ragu.."
" kamu memang orang yang kupilih... " nadanya berwibawa
.. aku masih saja bingung dengan kata-katanya ... apa korelasinya.. apa relevansinya..atau bahkan aku ini sedang berperan sebagai apa...
" kamu kupilih secara random diantara ribuan manusia yang hidup didunia.."
" untuk.....menjaga anak manusia ... di lingkungan hidupmu ..
yang mungkin kamu kenal ... "
aku semakin bingung dan muncul naluri "ngeyel-ku" ...
ah ini orang ..main tunjuk aja.. emang dia siapa.. aku ditunjuk-tunjuk...dikasih duit berapa... hadiahnya apa, bonusnya apa... bonus kanan-kiri ada ngga? ...atau point, PV atau mungkin gratifikasi... penjelasannya mana?..kontraknya seperti apa?... kita bicarakan dulu donk..
"tenang... tidak usah gusar... kupilih karena dirimu pasti tidak meminta imbalan apapun bahkan mungkin kamu siap rugi untuk hal itu.." .. sergahnya seakan akan aku tadi sudah bicara kepadanya dengan mata melotot, alis turun dan intonasi diatas garis datar.
" titip anak anak yang ada di bumi, didekatmu, bumi milik semua, jagalah sebisa mu, jagalah apa yang perlu dijaga..."
"aku tidak perlu berpanjang lebar karena aku sudah mengetahui apa yang ada dipikiranmu, jadi tidak perlu penjelasan, tinggal kau laksanakan saja, tidak ada petunjuk,tidak ada sangsi, selama kamu mau melakukannya aku akan berbahagia.."
didalam batinku, yang tentunya tidak bisa menyembunyikan segala campur aduknya pikiranku... nekat aku bertanya dalam hati ... "setiap program executable juga punya README, bahkan Windows pun punya table of content yang super komplit, ini maksudnya apa....suruh jagain apa.. laksanakan apa.. aku nggak tau apa yang kamu omongkan pak bos, suer....!"
"kamu orang yang nggak peduli orang lain mau omong apa, itu yg pertama..." kata beliau mantap
"kedua, kamu juga tidak pernah perlu repot-repot menjelaskan kenyataan dibalik fakta, biarkan saja yang waktu yang bicara..."
"ketiga, kamu juga berusaha netral kepada siapapun.."
"keempat, kamu orang yang cukup sabar meskipun agak sombong.."
"kelima, kamu menyayangi teman dan orang di sekitarmu"
ampun.. orang ini
" maka aku ingin kau jaga orang orang yang pantas dijaga dan pantas diselamatkan"
" sampai jumpa....." kata beliau sambil menghilang ...
"duk!" ... tangan ku menyinggung sebuah benda...
sial, ternyata aku bermimpi .. eh sebentar tapi ini lemari siapa? perasaan lemari dikamarku berwarna coklat muda, kok ini berwarna coklat tua?
loh kok TV nya kecil? loh.. kok cat temboknya putih? kamarku kan kuning muda?
aku berada dimana ini?? aku menemukan bantal berbentuk hati, aku juga menemukan dispenser dalam kamar... ah.. aku pasti masih bermimpi .. pasti...
kucoba merebah.. sekena-nya.
tiba tiba ... ketemu dengan pak Morgan Freeman tadi ...
dia bilang "... sedikit petunjuk buatmu... semoga kamu mengerti.." lalu menghilang
huahem.. kali ini aku benar benar bangun...
aku melihat kabel-kabel berserakan dikamar... aku makin yakin kalo ini kamarku...
ada puntung rokok menumpuk di asbak... nah kalo ini sudah pasti kamarku..
lah..kok gitar ku gak ada??? .. oh iya lupa kemarin dipinjam anak-anak buat bernyanyi ke pantai.
aku duduk sesaat mencoba dengan keras menpertautkan kembali mimpi semalam ..
aku memang sangat mudah lupa mengingat-ingat kalo semalam aku ini mimpi apa ..
yang kuingat.. cuma bantal berbentuk love ... kalo gak salah warnanya merah..
gambarnya aduh.... apa yah...eitt bentar.. ada Morgan Freeman, lalu ada Sean Connerry.. mmm ...
seiring habisnya 1 puntung rokok ... akhirnya aku bisa mengurai mimpiku se-eksak tulisan diatas..
ku simpulkan... bahwa aku di beri tugas oleh malaikat Morgan Freeman tadi untuk menjaga sesuatu.. lalu.. aku simpulkan semuanya sendiri toh juga perintahnya longgar... tidak ada petunjuk pelaksanaannya...
lalu kuambil "secarik" CPU dan segenggam Mouse, kutuliskan (ketik) dan kudeklarasikan wejangan makhluk yang semalem seakan mau tidak mau harus kita interpretasikan sebagai malaikat
1. menjaga kepercayaan internal, karena tanpa trust, aku yakin dimana mana pasti terdapat trigger ranjau kecurigaan yang siap meledak kapan saja menghancurkan wajahku yang pas-pasan ini
2. menjaga reputasi, reputasi yang bagus akan meningkatkan kepercayaan, kepercayaan akan mempermudah pengambilan keputusan..
3. menjaga secara tak terlihat, melindungi secara diam-diam, mensupport secara tak langsung, dan menjadikannya sebagai teman yang wajar, adik yang baik, rekan yang bermanfaat.
4. yah.. memang benar.. aku akan menjagamu ... "selama kau menjadi temanku dan masih mengenalku... tidak boleh kau berkata seperti itu..."
sebenernya.. mimpi ini tidak relevan dengan apa yang kupikirkan beberapa waktu sebelum tidur..
karena.. waktu itu .. aku sangat merindukan temanku ... teman baikku..
sangat menginginkan, pertemananku yg dulu hidup kembali, pertemanan lintas religi yang harmoni, tapi sayang.. dia menghilang...
tetapi aku berhasil menjaganya ... menjaganya untuk tidak sekedar menyeberang tanpa alasan pasti, untuk tidak sekedar memprioritaskan ritual dari pada substansi, untuk juga tetap setia dan terus belajar dengan apa yang sudah ada dan yakini...
jangan jangan inilah korelasi mimpi itu.. potensi penjagaan dalam "circumstances" yang sama? kalo memang demikian, tanpa Sean Connery ataupun Morgan Freeman pun sudah pasti kulakukan, tapi gak ada salahnya juga mimpi itu, mungkin karena fragmentasi otak yang sudah mulai bad sector, jadi ya ...nyambung sih nyambung tapi.. agak maksa...
ok deh...menceriterakan mimpi sebenernya hal yang biasa-biasa saja..
mungkin lain kali aku akan ceritakn pengalamanku.. (semoga bermanfaat..)
sampai ketemu di mimpi-mimpiku selanjutnya
note:
miss you so much lovely "c.s.d"
welcome to you "dirty face at the love pillow"
and thanks "mine" for trust
Monday, May 25, 2009
Obama?? (January 21, 2009)
Kok pada seneng sama obama ya?
apa hanya karena pernah di indonesia (menteng jakarta) selama sekian taun lantas akan ada sesuatu yang signifikan buat bangsa ini?
apa hanya karena nama tengahnya husein, atau nama barrack yang sinonim dengan mubarok lantas kebijakannya akan sejuk terhadap dunia islam?
apa hanya karena dia presiden kulit hitam pertama di amerika yang diprediksi akan mampu merobah peta sirkumstansi timur tengah dan bersifat netral
ah …
berharap sih boleh saja
tapi andaikata tim sukses obama itu misalnya ..
orang orang yang berafiliasi pada islam, atau
orang orang yang berafiliasi pada indonesia misalnya atau
orang orang di sekeliling obama adalah orang orang fresh yang sedang merencanakan “revolusi” amerika.
mungkin, kita bisa berharap banyak
sekali lagi tapi
obama tentunya sudah ber”teman baik” dengan aipac (baca artikerl2 paul findley, riza sihbudi, amin rais, azyumardi azra). apa itu aipac? (komite lobi yahudi lah..gampangnya) yang menguasai secara terselubung dpr nya amerika dan yang menyokong beberapa senator terkemuka yang lantas menjadi presiden)
andaikata obama sudah meneken deal dengan aipac, so duga saja apa yang akan terjadi?
bisa jadi kita akan merindukan george bush!
Skeptic, Ridiculous & Pornography (March 26, 2008)
Tak ada yang salah dengan kebijakan pemerintah untuk merancang dan mengajukan UU ITE lantas kemudian menyerahkannya kepada DPR untuk dikaji dan disahkan sebagai wadah hukum kegiatan yang berhubungan dengan tetek bengek internet dan transaksi elektronik.
Yang menggelikitik saya adalah ada upaya dari pemerintah untuk melakukan pemblokiran terhadap situs porno. Upaya itu menurut saya masuk akal seperti apa yang dikatakan bapak mentri beberapa hari lalu bahwa upaya itu masuk akal sehat, bahkan hebatnya tak satupun anggota DPR yang menyatakan ketidaksetujuanya terhadap UU tersebut, semuanya "koor" tanda setuju dan langsung disahkan, whats happened? tidak paham atau dikejar target?
Selintas pada akhir paragraf kedua ini nampak gaya bahasa saya yang mulai pesimis bahkan skeptis, kenapa?
pertama :
Apakah pak mentri itu tau betul kondisi perpornografian di internet? Apakah jangan jangan pak mentri tak punya program yang jelas dan mengena di departemen yang baru ia duduki beberapa waktu lalu menggantikan pak Sofyan? Bisa jadi beliau cuman pasang aksi supaya populer di mata SBY dan masyarakat.
Begini lho, Pembahasan Pornografi dan pornoaksi di DPR belum alam ini juga masih kontroversi, tidak ada batasan yang jelas mana yang masuk kategori porno dan bukan, subjektifitas masih sangat dominan dalam penentuan kategori tersebut, terlebih yang mengetengahkan konsep pornografi tersebut adalah golongan tertentu yang kadang-kadang alergi terhadap nilai-nilai universal yang agak menyinggung aurat.
Terlebih kategori porno di interet juga sangatlah ribet, apakah porno itu musti visual atau verbal? Tidak bisakah kita men-download ribuan file gambar porno dalam bentuk ekstensi rar, zip, part? apalagi situsnya juga tidak mencantumkan metatag yang berhubungan dengan pornografi.
Tidak bisakah kita masuk kedalam situ-situs berdomain sopan tapi berisi pornografi? siapakah yang akan "pecicilan" memfilter mana yang prono dan mana yang bukan?
Belum lagi nanti ada perdebatan apakah playboy porno atau seni? belum lagi banyak situs internet (baca forum) yang saling berbagi gambar tanpa mendisplay gambar tersebut? Lantas domain, apakah yang mengandung kata-kata explisit pornografi akan diblok?
ah..sebuah perdebatan yang panjang dan apabila itu benar dilaksanakan akan menjadi pekerjaan baru yang menyita waktu (bagi pemerintah)
So kalo kita coba jujur bertanya.. untuk apa fungsinya pekerjaan tersebut bagi bangsa tercinta ini?
ya tentunya demi kebaikan bangsa ini agar generasi muda (dan tua) tidak mendapatkan ekses negatif dari pornografi, supaya generasi muda dapat melakukan something better daripada berkutat dengan pornografi di internet yang katanya memakan b/w yang cukup besar (lho.. berarti ISP akan banyak yang berkurang dong trafficnya.. tapi gak papa,, banyak ISP yang setuju…)
Lebih jujur lagi kalo misalnya yang dilakukan pemerintah itu lebih fokus pada kebutuhan yang lebih mendesak, seperti misalnya..
1. Bagaimana caranya membikin murah software .. maupake UU atau mau pakai kebijakan model apapun, silahkan tapi inilah kebutuhan yang paling penting dari pada mencari mana yang porno dan mana yang bukan
2. Membikin murah biaya internet yang masih tergolong mahal, Coverage internet di Indonesia baru di kota besar dan belum mencapai pelosok, cerita usanglah kalo berjuang melawan pornografi dianggap tonggak bersejarah bangsa dalam masa depan IT
3. Memberantas pembajakan (ini yang paling penting! entah itu pembajakan software ataupun musik, video dan karya lain)
4. Mengatur lalu lintas bea cukai supaya tidak ada pengiriman barang yang tidak sampai atau gagal terambil karena biaya customs yang mahal atau mengatur ulang sistem pengelolaan dermaga yang dikuasai asing sehingga tetep aja mahal dan tidak meberi kontribusi yang cukup bagi negara
5. Membikin aturan yang mempermudah orang Indonesia berjualan via internet dengan transaksi melalui bank kalo perlu dengan pajak yang minim.
6. Masih banyak, misalnya BLBI, HAJI, Illegal Logging Dsb
Saya pikir, masih banyak hal-hal didepan mata yang harusnya mendapat skala prioritas seperti UU keisitimewaan DIY yang sudah terlunta-lunta selama bertahun-tahun dibandingkan UU ITE yang baru kemarin sore (DPR atau pemerintah nih sebenarnya yang perlu dikritik??)
Kedua, skeptisime saya memang wajar, karena susah banget hidup di era seperti ini nggak skeptis, bagaimana mungkin nggak skeptis melihat jaksa yang dapat 6 milliar dari mengurusi kasus BLBI yang nilai nya trilliunan rupiah, bukan nggak "cucuknya" antara 6 milliar dengan ratusan trilliun itu, tetapi bangsa ini emang sedang konyol, jadi kebijakan/policy pemerintah kadang juga konyol dan seharusnya saya tidak konyol pula untuk ikut mengkritisi sikap konyol tersebut.
Ketiga, Semoga dengan ada nya persoalan ini tidak muncul pesoalan baru yang akan menambah rumitnya benang ruwet Indonesia ini, belum usai urusan domain .id, belum usai urusan software murah/gratis sudah ada lagi urusan pornografi yang saya yakin kebijakan ini akan sia-sia belaka di masa depan.
Saya suka porno,
jadi anda boleh berasumsi bahwa saya mendukung pornografi, terserah.
kalo saya suka porno apakah tidak diperbolehkan? apakah salah?
mengapa negara melarang saya untuk melihat pornografi?
dan skeptisisme saya makin bertambah karena saya yakin anda akan menjawab pertanyaan saya dengan subjektifitas tentang pornografi,
jadi buat apa saya bertanya..??
back for a while (March 18, 2008)
i’m back for a while
it means that i’m online again for a short time
why? because it just a temporary situation that indirectly occurs me right now
it doest important to tell whats behind but the most important was
i’m just married, got a new "achieved" status and plan to be a father ( i hope)
marriage is bliss (like espn’s ads)
it just like you doing some performance on stage
you’ll come back as a human when concert was finished
for me, marriage or wed party is not seems sinergically with my smile over hundred people that shake my hand and congrats to me
its just a party, when its over, you must set up for another "party"
i’m trying to be me just like before
nothing changes thats what i want
and the relevance is
i’m back for a while on the internet just like my wedding party
its short, glamour, happiness and full of greets
then tomorrow i should face the world like used to be
like when i’m leaving the internet last time ago
i dont really like the fact behind my marriage
but
i love the fact beyond my marriage
thanks to all the people that has been represent and giving greets to me (us)
sorry for people that have been left or forgot, i didnt mind to do that
"i’m just a human, full of mistake, god had all the perfect "… dorce says
Estranged (May 5, 2007)
1. sudah lama saya tidak menulis
adalah suatu penyakit buruk yang hinggap kembali
2. sudah lama saya tidak berlibur
meski bukan suatu keharusan tapi itu penting
3. sudah lama cita cita saya terpendam
malah semakin terpendam dan tidak terangkat lagi
4. sudah lama saya tidak pulang
justru apa yang harus saya lakukan ketika pulang
dan …
akan bertambah lama dan lama dari semua yang dibayangkan
Kapan?
jawabnya tersingkap dari kemarahan dan kegelisahan
yang setia menemaniku setiap kali hendak dan bangun tidur
tapi jangan salah sangka
aku sangat menyukai kegelisahan ini
aku dalam keterpurukan yang sangat menyenangkan..
sampai jumpa dalam cerita besar yang mungkin akan kusampaikan dengan bangga…
entah kapan..
Innalillahi Wa Inailaihi rojiun, Steve Irwin (September 7, 2006)
Innalillahi Wa Inailaihi rojiun
Telah meninggal dunia, Steve Irwin, kepala Australia Zoo, Meninggal di Great Barrier Reef, Northeastern Queensland state, Australia.
Steve Irwin memang bukanlah siapa-siapa dalam kehidupan beragama kita, agama Islam, tetapi bagi saya, dia adalah orang yang sangat islami, terlepas apapun agama dia, bagaimana dia meninggal, dan bagaimana ia dimakamkan.
Steve Irwin adalah ikon di dalam khazanah keilmuan dan hiburan tentang fauna yang bernama buaya. Bahkan sang Perdana Menteri Australia di dalam wawancaranya mengatakan bahwa australia telah kehilangan. "It’s a huge loss to Australia," Howard told reporters. "He was a wonderful character. He was a passionate environmentalist. He brought joy and entertainment and excitement to millions of people." (http://news.yahoo.com/s/ap/20060904/ap_on_en_tv/obit_irwin)
Saya pun merasa kehilangan, bukan karena kehilangan kesempatan menonton atraksinya di Animal Planet atau Discovery Channel, namun merasa telah kehilangan seseorang yang berarti bagi ilmu pengetahuan umumnya, dan zoologist pada khususnya, Apa yang dilakukannya menimbulkan banyak manfaat, bagi dirinya sendiri dan keluarganya, bagi kebun binatang yang dipimpinnya dan bagi negara yang ia tinggali. Australia Zoo menjadi terkenal di seluruh dunia karena kehebatannya meramu dan menciptakan sebuah acara yang menghibur dan berbau ilmu pengetahuan, Negara Australia kebagian devisa dengan datangnya berbagai pengunjung dari berbagai negara.
Sungguh merupakan satu tauladan yang baik meskipun beliau tidak pernah banyak bicara agama seperti ustad-ustad selebriti yang sering muncul di televisi lokal kita, beliau juga mungkin tidak pernah menyinggung apa yang dilakukan umat agama lain dan kemudian beraksi untuk "membela" agamanya dengan cara apapun apalagi kekerasan, beliau juga mungkin tidak merasa perlu meributkan halal dan haramnya menonton suatu acara, atau bahkan mungkin beliau tidak akan pernah peduli jika negaranya mengubah dasar negara nya menjadi negara agama.
Menghibur orang lain, mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan seperti yang dia lakukan adalah sunnatullah, meskipun mungkin beliau tidak pernah tertarik dan belajar Islam, tetapi yang telah dia lakukan sungguh-sungguh sangat islami, seperti apa yang telah dilakukan Bunda Teresa, Romo Mangunwijaya, Albert Einstein dan banyak manusia hebat lainnya walaupun agama mereka bukan Islam. Akan tetapi banyak yang beragama islam hanya bisa mengatakan halal dan haram, selain Islam Kafir, saling sesat menyesatkan dan bahkan bermimpi membentuk kekhilafahan. Ah… menyedihkan sekali orang islam yang tidak islami.
Selamat jalan Steve Irwin, Tuhan tidak bodoh untuk melihat seseorang hanya atas dasar agamanya lantas mendapat jaminan tempat disisinya, Tuhan maha tahu dan maha mengerti, Apa-apa yang kau lakukan demi umat manusia, fauna dan ilmu pengetahuan pastilah akan mendapat balasanNya.
Terima kasih Steve Irwin, secara tidak langsung kau telah memberi contoh yang baik baik umat manusia, telah memberikan ilmu pengetahuan dan hiburan kepada umat manusia, bukan hasutan dan ajakan konyol membela agama Tuhan dengan cara apapun.
Rest In Peace, Steve!
Crocs Rules!
Masih Seputar Gempa (August 29, 2006)
Gempa 27 mei lalu masih menyisakan persoalan, masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda-tenda, masih juga ekonomi lokal terpuruk, masih juga janji tinggal janji, masih juga realisasi bantuan tersendat masalah birokrasi, dan masih banyak masalah yang masih mengangkangi kota ini akibat gempa.
Belum lagi gempa gempa lain yang potensi nya tak kalah hebat dalam merusak tatanan kemasyarakatan di yogya."Gempa susulan" yang ber-episentrum dari mulut seorang pejabat yang menjanjikan sekian puluh juta rupiah per kepala keluarga yang sampai saat ini masih belum jelas dari mana asalnya, berapa total anggarannya, diambil dari pos mana anggaran tersebut, utang atau pembiayaan, Tidak kalah hebatnya mendera masyarakat Yogya yang polos lugu dan penuh harap setelah semua asa diluluh lantakan pergeseran lempeng di dalam perut bumi.
Akibat dari "gempa susulan" itu ternyata tidak kalah dahsyatnya dengan gempa tektonik 27 mei lalu dan sangat potensial untuk menyebabkan gempa gempa susulan lain.Hitung saja berapa duit yang dibutuhkan untuk recovery dan rekonstruksi korban gempa? berapa milyar? berapa trilyun? masih punyakah negeri ini cadangan anggaran sebegitu besarnya? Menghitung ulang APBN? memprioritaskan recovery dan menomor-duakan pendidikan? Utang lagi? "Gempa susulan" ini benar-benar menggemaskan dan sangat konyol. Seharusnya Gempa susulan ini tak boleh terjadi, seperti prinsip lava yang diam diam memberikan kesuburan bagi tanah beberapa tahun kedepan, seharusnya para pemimpin mempersiapkan segala sesuatu baik itu program recovery atau program antisipasi bencana jangka panjang yang rasional, regular dan MASUK AKAL.
Potensi gempa susulan dari "gempa susulan" tadi sudah diprediksi banyak kalangan akan terjadi, bayangkan, anggaran trilyunan rupiah di depan mata, sedangkan rekor kebersihan proyek-proyek recovery masih sangat merah, tengok Aceh yang masih menyisakan persoalan auditing terhadap penggunaan anggaran bantuan. Belum lagi banyaknya kasus penolakan terhadap bantuan yang distribusinya tidak merata (sekali lagi bayangkan saudara/saudari .. seseorang dengan jabatan eselon, rumahnya yg seharga 1/2 milyar terkena gempa hanya retak, mendapat bantuan Rp. 90.000...!!) betapa amburadulnya, betapa runyamnya pendistribusian dana gempa yang susah payah dikumpulkan para mahasiswa di jalan jalan kepanasan, para pengamen, dan semua yang berusaha membantu saudara saudara yogya.Mengenai bantuan tadi? siapa yang salah? sang empunya rumah yang menolak bantuan? atau pimpinan lokal yang mengatur distribusi? atau pemerintah?terlalu sia-sia untuk memperdebatkan hal tersebut karena semuanya tentunya menginginkan dan melaksanakan hal yang benar (menurut mereka masing-masing). Tetapi menurut saya fenomena tersebut menunjukan mentalitas bangsa ini adalah PAYAH terutama Pemerintahnya.
Nah sekarang, tiba saatnya bagi kita bersama merumuskan apa yang bagus bagi yogyakarta, bagi pemerintah dan pejabat di infrastruktur mungkin sudah punya masterplan mengenai recovery dan katanya anggarannya sudah cair dan tinggal dialokasikan, akan tetapi akan lebih bijaksana jika mendengarkan pendapat DPR seperti yang diutarakan salah seorang anggota legislatif dalam dialog di salah satu TV swasta lokal yogyakarta yaitu mengenai pembiayaan recovery dengan melibatkan pengusaha lokal atau nasional atau internasional dengan cara pembayaran tempo.Pemerintah membuat perjanjian dengan pengusaha lokal/nasional atau internasional (saya yakin banyak pengusaha nasional yang mampu) untuk melakukan recovery yogyakarta dengan membuat M.O.U recovery yang nantinya M.O.U itu menjadi jaminan bagi Bank untuk mengucurkan dana pinjaman bagi pengusaha itu, karena dengan menggunakan sistem ini maka anggaran pendidikan tidak terganggu walau setahun sekalipun, sistem pembayaran dengan sistem tempo sampai sekian tahun diatur supaya pengusaha lokal/nasional tersebut tetap untung namun tidak terlalu besar mengingat ini adalah progam kepedulian.Hal ini sudah diterapkan di Kab. Kuker Kaltim yang sedang mempersiapkan infrastruktur untuk menghadapi Even olahraga nasional. Saya kira kalau yang berada diatas (pemerintahan) sedikit saja mengurangi ego mereka untuk korupsi dilain waktu dan lebih mengutamakan recovery dengan pengusaha lokal/nasional ini, sangat mungkin recovery yogyakarta akan berjalan lancar, clean dan sukses.
Kenapa saya mengatakan korupsi di lain waktu saja? karena ternyata korupsi tidak cuma dijakarta, buktinya kasus J.E.C juga ada penyelewengan, belum lagi bantuan pemerintah yang tak pernah sampai ke lereng merapi sehingga membuat simbah kita "Maridjan" tidak mau menuruti apakata pemerintah atau Gus Dur sekalipun, bahkan mbah "Maridjan" lebih menuruti apa kata pimpinan produk minuman suplemen yang terjun langsung ke lereng merapi dan memberi bantuan kepada rakyat, sehingga sang simbah ini rela untuk sementara menjadi bintang iklan yang sama sekali tak pernah terlintas dibenaknya.Pinggir Jalan Solo, Jauh dari Bantul, Jauh dari Merapi......